Ketika mereka membahas tentang penyihir, Karim menambahkan, "Jumlah mereka memang sudah tidak banyak, bisa dihitung dengan jari. Karena leluhur mereka sering melakukan hal-hal aneh yang tidak bisa diterima masyarakat, akhirnya mereka dibasmi. Saat kita memindahkan semua penduduk ke dunia ini, aku melihat beberapa keturunan mereka ikut bersama kita. Mereka bergabung dengan Suku Surya, tapi setelah tiba di dunia ini, mereka menghilang tanpa kabar."  

Lynx terdiam sejenak, pikirannya menerawang. "Apa penyihir itu seperti yang ada di film-film?" batinnya, membandingkan dengan dunia yang pernah dikenalnya.  

Kael menghela napas, lalu bertanya dengan nada serius, "Lynx, kamu meninggalkan kami untuk menolong Ling Mei. Bagaimana keadaannya? Apa yang sebenarnya terjadi?"  

Lynx pun menceritakan semua yang ia ketahui. "Awalnya, aku merasakan Ling Mei dalam bahaya melalui formasi yang kuberikan padanya. Itu sebabnya aku segera menuju tempatnya. Ternyata, ada masalah besar di Sekte Api Langit yang mengakibatkan kekacauan di dalam sekte."  

"Kekacauan? Bagaimana mungkin ada yang berani berbuat ulah di Sekte Api Langit, sekte terbesar di Kerajaan Qingxuan?" tanya Karim penasaran.  

"Mungkin karena ketua mereka yang baru, Zhao Xinyue, hanya berada di ranah Grandmaster Langit, sehingga pihak lain menjadi lebih berani. Sedangkan ketua sebelumnya yang berada di tingkat Immortal mengasingkan diri tanpa diketahui keberadaannya," Kael mengeluarkan analisanya.  

Lynx melanjutkan, "Saat aku tiba di sana, Ling Mei terkena racun jahat yang hampir merenggut nyawanya. Tapi aku berhasil menghilangkan racun tersebut. Racun itu sangat ganas, bukan hanya melukai organ tubuhnya, tapi juga melukai jiwanya. Meski racunnya sudah hilang, tapi jiwanya yang terluka membuatnya belum sadarkan diri hingga sekarang."  

Arkha dan Karim mengepalkan tangan mereka dengan geram.  

"Siapa yang meracuninya? Apakah kepala suku sudah membunuhnya?" tanya Arkha tajam.  

Lynx menggeleng. "Saat aku akan membunuh mereka, racun Ling Mei bereaksi, jadi aku harus segera menyelamatkannya. Saat itulah mereka melarikan diri dengan menculik Ketua Sekte beserta salah satu tetua."  

Kael, Arkha, dan Karim terhenyak. Mereka tak menyangka, saat mereka sedang bersantai, masalah besar justru terjadi.  

"Jika berita ini menyebar, terutama tentang Ketua Sekte yang diculik, pasti akan terjadi kekacauan besar di kerajaan ini. Bagaimanapun, Sekte Api Langit memiliki pengaruh yang sangat besar di Kerajaan Qingyuan," ujar Kael sambil menghela napas panjang. "Aku yakin mereka memiliki ranah Immortal, karena kalau hanya Grandmaster Langit, mereka tidak akan bisa membuat kekacauan sebesar ini."  

"Kita harus segera mengirim informasi ke Paviliun agar mereka mengetahui hal ini," kata Arkha cepat.  

"Lynx, apa kamu tahu kondisi mereka saat ini dan ke mana mereka membawa Ketua Sekte?" tanya Kael.  

"Sabarlah, Arkha. Aku sudah membebaskan mereka setelah mengobati Ling Mei. Sebelum kemari, aku membebaskan mereka dan juga menyerahkan Ling Mei kepada anak walikota Huoling, Li Wei, untuk menjaganya," jelas Lynx.  

Setelah menyelamatkan Ketua Sekte, Lynx kembali menemui Li Wei dan meninggalkan pesan serta kertas formasi baru, agar Li Wei bisa memberitahunya jika terjadi sesuatu pada Ling Mei. Lynx berencana mencari Rumput Jiwa tingkat tinggi yang berusia 1000 tahun untuk memulihkan kondisi Ling Mei, karena jiwanya mengalami kerusakan yang sangat parah.

***

"Tetua Xie, kita harus kembali sekarang juga. Mereka pasti mengkhawatirkan kita," kata Ketua Sekte dengan nada tegas.  

"Baik, Ketua. Kita harus segera menghentikan kekacauan ini... terutama karena Wakil Tetua sudah tiada," jawab Tetua Xie dengan nada berat, masih merasakan kesedihan atas kehilangan itu.  

Tatapannya menyapu bekas pertempuran yang hancur lebur, pikirannya dipenuhi ketidakpercayaan. "Ketua... apakah Anda bisa menebak siapa sebenarnya pria itu?"  

Ketua Sekte menggeleng pelan. "Jika dia adalah musuh, aku tidak bisa membayangkan siapa yang bisa menghentikannya. Aku yakin kekuatan itu berasal dari artefak yang digunakannya."  

Tetua Xie menghela napas dalam. "Ketua, rasanya sungguh tidak adil. Leluhur sekte merahasiakan lokasi kunci dimensi tanpa memberi kita informasi apa pun. Seolah-olah kita hanya dijadikan kambing hitam."  

"Sebenarnya, mereka juga tidak sepenuhnya salah," ujar Ketua Sekte, suaranya lebih lembut. "Leluhur memberikanku peta lokasi kunci itu dan memerintahkanku untuk menjaganya. Aku telah menyembunyikannya di ruang rahasia perpustakaan, di dalam salah satu artefak langit. Kuharap kamu bisa membantuku menjaganya, Tetua Xie."  

Setelah kehilangan Wakil Ketua dan menghadapi pengkhianatan Tetua Huang, kini satu-satunya orang yang bisa ia percayai hanyalah Tetua Xie.  

"Kita kembali sekarang," kata Ketua Sekte, lalu berbalik untuk melangkah.  

Namun, tanpa diduga, tubuhnya mendadak kaku.  

Dalam hitungan detik, kepalanya terpisah dari tubuh dan jatuh ke tanah dengan suara tumpul, disusul oleh tubuhnya yang ambruk tak bernyawa.  

Tetua Xie berdiri di sana, menatap mayat Ketua Sekte dengan ekspresi dingin. Sebuah senyum keji tersungging di wajahnya. "Dasar bodoh. Setelah sekian tahun aku bertahan di sekte ini, akhirnya aku mendapatkan informasi tentang keberadaan kunci tersebut."  

Dengan santai, ia menendang kepala Ketua Sekte yang tergolek di tanah, lalu tanpa membuang waktu, tubuhnya melesat menuju Sekte Api Langit.  

Sepanjang perjalanan, pikirannya berpacu, mencoba mencari cara untuk menghadapi pria misterius yang baru saja ditemuinya.  

"Jika seperti ini, aku harus memperingatkan Klan Yinfeng agar mereka waspada dan membantuku merebut artefak milik pria itu," batinnya sambil terus berlari dengan kecepatan penuh.
***
"Kepala suku, bagaimana ceritanya kamu bisa mengenal Nona Ling Mei? Aku dengar dia bukan wanita yang mudah didekati," tanya Karim dengan penuh rasa penasaran.  

"Karim, apa kamu lupa siapa kepala suku kita ini?" Arkha menimpali dengan tawa. "Mana ada wanita yang bisa menolak kharismanya? Apalagi kalau mereka tahu seberapa kuat dia."  

Lynx tersenyum tipis, lalu menggeleng. "Lama tak bertemu, sepertinya kalian jadi lebih suka bercanda sekarang," sindirnya sambil tertawa kecil. Ia sedikit terkejut melihat Arkha yang biasanya kaku seperti Kael, kini tampak lebih terbuka dan humoris.  

"Berkat pelatihan keras Kael. Kalau ingin bertahan di dunia ini, aku harus belajar untuk lebih terbuka, supaya bisa mendapatkan lebih banyak informasi," ujar Arkha, lalu dengan sengaja menggaruk kepalanya seperti kebiasaan Lynx.  

Lynx tertawa kecil. "Kamu lebih cocok seperti itu."  

Mendengar itu, Arkha tersenyum samar, tapi masih tetap mempertahankan sikapnya yang tenang.  

"Kalau soal Ling Mei," lanjut Lynx, "kami bertemu karena kebetulan bekerja sama mengatasi masalah di Kota Huoling."  

Lynx kemudian mulai menceritakan secara singkat tentang kejadian yang melibatkan pemilik Paviliun Seribu Rasa, yang selama ini ternyata menyamar demi mendapatkan fragmen senjata iblis. Serta serangan sekte kegelapan yang berusaha menculik anak walikota Huoling untuk ditukarkan dengan artefak yang menyimpan fragmen senjata iblis, dan kejadian penduduk kota Huoling yang terkena pengaruh energi iblis.

"Sekte kegelapan? Ternyata mereka sudah muncul ditempat ini." Kael mengepalkan tinjunya dengan amarah.

"Mereka berani menunjukkan diri mereka terang-terangan, sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi mendapatkan fragmen tersebut." Kata Arkha sambil menepuk bahu Kael. " Kita bersama akan membalas kejahatan mereka."

"Apakah terjadi sesuatu antara kalian  dengan sekte kegelapan?" Lynx bertanya karena melihat ekspresi wajah Kael yang berubah.

"Disalah satu misi kami, seorang anggota sekte kegelapan membunuh salah satu rekan penting bagi Kael yang sudah dianggap saudara." Karim menjelaskan.

"Lalu, bagaimana dengan Ling Mei sendiri, apakah kepala suku tidak beranggapan dia adalah Leena?" Tanya Karim berhati-hati mengalihkan pembicaraan. Dia bisa melihat perubahan wajah pada Lynx setiap kali menyebut kata Ling Mei.

Lynx menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihan diwajahnya. Pikirannya selalu berkecamuk setiap kali teringat dengan peristiwa antara dirinya dengan Ling Mei, terutama karena dia sudah salah dengan menganggap Ling Mei adalah Leena.

"Untuk sekarang kita abaikan terlebih dahulu masalah ini. Kita harus menemui Lala dan yang lainnya untuk menyusun rencana berikutnya." Kael memberi saran setelah melihat reaksi Lynx. Dia juga bisa menebak ada sesuatu yang terjadi antara Lynx dan Ling Mei.

Lynx menganggukkan kepalanya setuju. Dia juga harus mencari informasi mengenai bahan yang diperlukan. Lynx sudah memberi pesan kepada Li Wei untuk menanyakan kepada anggota sekte apakah ada yang mengetahui dan memberikan info segera kepada Lynx jika menemukannya.